Teori Pembangunan Wilayah

Teori Pembangunan Wilayah – Tiap wilayah yang kita tempati mempunyai ciri-ciri geografis yang berbeda. Ini karena wilayah selalu alami perubahan hingga hadirlah teori pembangunan wilayah yang menerangkan mengenai bagaimana wilayah itu tumbuh.

Hal ini searah dengan karakter manusia yang alami perubahan, dari jaman prasejarah sampai ke arah jaman kekinian. Dengan semua faktor tersebut yang membuat wilayah berkembang dari sisi sosial, budaya, atau sistematis.

Teori Pembangunan Wilayah Menurut Pakar

Berdasar pengetahuan geografi, ada teori pembangunan wilayah yakni seperti berikut:

1. Teori Tempat Sentra
Teori ini diberi nama central place theory. Dibikin oleh pakar geografi bernegara Jerman, yakni Walter Christaller. Teori ini mengangkat banyak ide keterikatan kota sebagai pusat perkembangan dengan permukiman kecil yang terdapat di sekitarnya.

Walter Christaller memiliki pendapat jika tempat sentra ialah wilayah yang sediakan barang dan jasa untuk warga sekitaran dan kota . Maka, bisa disebutkan jika pusat perkotaan ialah pusat distribusi atau pendistribusian barang dan jasa.

Menurut teori ini, ada dua faktor yang disaksikan yakni tingkat dan capaian. Yang diartikan tingkat adalah minimal banyaknya orang yang diperlukan untuk aktivitas pengadaan dan distribusi barang dan jasa masih tetap berjalan.

Dan yang diartikan capaian yakni jarak menempuh yang diperlukan untuk mendapat barang dan jasa ini. Pusat perkotaan ini menydiakan barang secara gampang dan orang bisa gampang terhubung beragam barang dan jasa tanpa tempuh perjalanan jauh.

Masalahnya manusia lebih suka beli barang dari wilayah yang terdekat dibanding memperoleh barang dan jasa dengan tempuh jarak yang jauh.

2. Teori Sectoral
Sesudah timbulnya teori perkembangan wilayah ini, pada akhirnya makin mengalami perkembangan dengan kedatangan teori yang lain namanya teori sectoral. Teori sectoral ialah teori pembangunan yang dibikin oleh August Losch berjudul bukunya The Spatial Organization of the Economy.

Menurut buku itu, ada banyak hal yang memengaruhi bentuk dari tempat sentra. Misalnya wilayah bisa disebutkan untuk tempat sentra bila bisa salurkan barang dalam jarak yang cepat, tapi dengan keuntungan yang masih sama.

Tetapi, dalam teori sectoral menyebutkan jika wilayah ini harus memperoleh keuntungan yang optimal dengan tujuan sebagai indusri. Losch menerangkan jika pusat dari pembangunan wilayah disaksikan dari mengoptimalkan keuntungan yang terdapat tidak dari lokasi yang sentra untuk distribusi barang dan jasa.

3. Teori Kutub Perkembangan
Seterusnya, teori pembangunan wilayah yang lain ialah kutub perkembangan. Teori ini disebutkan dengan growth pole. Kutub perkembangan ialah teori yang dibikin oleh Francois Perroux yang mengatakan perkembangan tidak dilaksanakan asal-asalan tapi terjadi di wilayah tertentu.

Kutub perkembangan ini menerangkan jika perkembangan sesuatu wilayah muncul karena ada pembangunan industri sebagai pokok. Seterusnya, dari pusat industri ini menjadi berkembang hingga memberi dampak pada wilayah disekelilingnya baik langsung atau mungkin tidak langsung.

Misalnya ada kota sebagai kutub perkembangan karena kota itu dibuat industri dengan bidang yang berbagai ragam, mulai dai agrobisnis, otomotif, kecantikan, petrokimia, dll.

Tetapi, ada kekurangan dari implementasi teori ini yakni dapat memberi imbas ketimpangan sosial yang lebih tinggi di antara warga yang ada dalam kutub perkembangan sama yang berada di luar.

Ini karena terjadi pada bagian pokok kota itu telah ada beragam industri hingga ini adalah modal tersedianya keperluan warga lebih bagus. Berbedahalnya dengan di wilayah sekitaran kutub yang membuat makin susah saat meningkatkan industri dan memperoleh faedah dari pembangunan industri itu secara gampang.

4. Teori Ekonomi “Menetes ke Bawah”
Teori ini disebutkan dengan Trikle down yang dibikin oleh Hirschman pada tahun 1959. Menurut teori ini, sesudah terjadi kutub perkembangan, bisa terjadi pemfokusan pembangunan di sejumlah industri saja.

Maksudnya supaya bisa memengaruhi bidang yang lain. Tetapi, pada realitanya ini memberi imbas lain. Misalnya ialah Kota Karawang.

Di kota ini, ada beberapa beragam perusahaan yang berkembang. Berdasar teori menetes ke bawah, semestinya perubahan perusahaan ini bisa meningkatkan bidang lain.

Sayang, tempat pertanian justru makin sempit akibatnya karena pembangunan industri itu.

Apa Itu Pusat Perkembangan?

Sesudah Anda pahami teori pembangunan wilayah, juga penting untuk memahami apakah yang dimaksud pusat perkembangan. Pusat perkembangan disebutkan dengan growth pole yakni wilayah yang mempunyai perkembangan yang lebih tinggi dibanding wilayah lain.

Faktor yang mengakibatkan wilayah dikatakan sebagai pusat perkembangan yakni dari dampaknya pada wilayah lain. Bila wilayah itu mempunyai peranan besar dalam pembangunan di wilayah sekelilingnya karena itu wilayah ini dikatakan sebagai pusat perkembangan.

Ciri-ciri lain dari pusat perkembangan ialah wilayahnya yang bisa memberi pusat servis hingga jamin semua wilayah yang terdapat disekelilingnya. Contoh pusat perkembangan yakni Silicon Valley di San Jose, California.

Wilayah ini punyai kemajuan ekonomi tinggi. Wilayah itu mempunyai perubahan di bagian industri tehnologi yang lebih besar hingga pada akhirnya memengaruhi wilayah yang lain.

Faktor Pemicu Wilayah Jadi Pusat Perkembangan
Ada beberapa faktor kenapa sesuatu wilayah dikatakan sebagai pusat perkembangan. Menyaksikan dari sejumlah teori di atas, Anda dapat menerangkan apa saya faktor pemicunya. Bila disaksikan dari teori tempat sentra, faktor pemicunya ialah distribusi barang dan jasa.

Dan untuk teori sectoral, pusat perkembangan disaksikan dari wilayah dengan keuntungan yang optimal. Dan untuk kutub perkembangan, pusatnya yakni wilayah yang mempunyai servis komplet, industri, dan keadaan ekonomi yang lebih tinggi dibanding wilayah yang lain.

Adapun faktor yang lain jadi pemicu wilayah itu jadi pusat perkembangan ialah seperti berikut:

Keadaan geografi.. Misalnya seperti ketidaksamaan cuaca, kesuburan tanah, dan keadaan dataran. Ini karena keadaan geografis itu memengaruhi tersedianya sumber daya untuk kehidupan warga.
Ada fasilitas dan prasarana yang komplet, dimulai dari kesehatan, rumah, dan infrastruktur. Dengan semua sarana itu yang pada akhirnya bisa memberikan dukungan aktivitas ekonomi dan sosial dalam masyarakat.
Paling akhir, pemicu wilayah dijadikan pusat perkembangan karena ada beragam industri di satu wilayah itu hingga banyak terbuka lapangan kerja hingga penduduknya banyak memperoleh tugas. Disamping itu, ada industri ini membuat warga semakin di wilayah itu.

Kenapa Harus Tahu Pusat Perkembangan Wilayah?
Ada beberapa faedah keutamaan pahami teori pembangunan wilayah pusat perkembangan pada sebuah wilayah. Argumen pertama yakni bisa ketahui wilayah yang mana mempunyai perubahan paling cepat antara wilayah yang lain.

Dengan begitu, wilayah itu dapat disebutkan sebagai pusat perkembangan hingga bisa diketahui apa peranan dari kota itu pada wilayah yang lain. Disamping itu, dengan pahami pusat perkembangan di sebuah wilayah kita bisa ketahui ada sejarah mengenai budaya.

Dari wilayah itu akan diketahui apa akulturasi budaya yang terjadi dari warga lokal dengan warga luar yang tempati wilayah itu.

Informasi mengenai teori pembangunan wilayah pusat perkembangan ini mempermudah warga untuk memperoleh sarana yang komplet dan tahu harus pergi ke mana untuk memperoleh keperluan yang tidak berada di wilayahnya.

Teori pembangunan wilayah ini pada umumnya dipisah jadi 3, yakni teori tempat sentra, sectoral, dan kutub perkembangan. Seterusnya, teori kutub perkembangan mempunyai teori turunan seperti Trikle Down Theory.